PLTD BATAKAN AKHIRI KRISIS LISTRIK BALIKPAPAN
Written by Rollit    Monday, 08 February 2010 16:55    PDF Print E-mail

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Batakan oleh PT Cogindo Daya Bersama dengan daya 44,6 mega watt (MW) diresmikan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Awang Faroek Ishak di Balikpapan, Senin.

Balikpapan, 8/2 (Antara/FINROLL Automotive) - Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Batakan oleh PT Cogindo Daya Bersama dengan daya 44,6 mega watt (MW) diresmikan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Awang Faroek Ishak di Balikpapan, Senin.

"Dengan diresmikannya PLTD Batakan oleh Cogindo diharapkan krisis pasokan listrik yang selama ini menjadi masalah di Balikpapan diharapkan dapat teratasi," kata Direktur Utama PT Cogindo Daya Bersama, Septa Hamid di Balikpapa, seusai peresmian.

PLTD Cogindo Batakan terdiri atas lima unit dengan kapasitas masing-masinng 8,920 KW, total kapasitas terpasang sebesar 44,6 MW, mulai dibangun 1 Juli 2008 dan Commercial Operation (CO) pada tanggal 3 Oktober 2009.

Septa menjelaskan PLTD ini dioperasikan pada Sistem Mahakam adalah sebagai penyandang beban dasar (base load), dimana pada saat beban puncak memiliki kontribusi kurang lebih 20 persen terhadap total beban sistem yang ada.

"PLTD Cogindo Batakan dilengkapi dengan fungsi blackstart, sehingga saat terjadi pemadaman total atau blackout diharapkan mampu secara mandiri melakukan start dan dapat sinkron kembali ke sistem Mahakam untuk bisa mempercepat penormalan sistem," katanya.

PLTD Cogindo Batakan merupakan PLTD yang dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar Marine Fuel Oil (MFO), tambah Septa.

Direktur Utama mengatakan dalam pencapaian target produksi harian sesuai kontrak sebesar 856.320 kWh/hari, bahan bakar MFO yang dibutuhkan sebesar 201 kiloliter (KL)/hari, dengan specific fuel comsumption (SCF) mesin sebesar 0,235 lter/kWh.

"Beroperasinya PLTD dengan menggunakan MFO ini diharapkan dapat menekan penggunaan HSD di wilayah Kaltim," kata Septa.

Dengan pengoperasian PLTD Cogindo Batakan yang menggunakan bahan bakar MFO, PLN dapat melakukan penghematan sebesar Rp100 miliar/tahun yang didapat dari selisih antara harga HSD dan MFO saat ini, jelasnya.

Proyek PLTD Cogindo Batakan sendiri dibangun dengan pendanaan 100 persen dari internal PLN, melalui PT Indonesia Power yang merupakan anak perusahaan PLN sekaligus pemilik PT Cogindo Daya Bersama.

Tiga tahun kemudian sistem yang menggunakan MFO ini akan beralih menggunakan gas, kata Septa.

S035/C/A011)